You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

adsense link 728px X 15px

javascript:void(0)
Selamat datang di Sport Wall magazine, blog yang memberikan informasi seputar olahraga, otomotif, News dan lain sebagainya, Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog ini | kunjungi juga Wall Magazine |

Kesalahan-kesalahan Pius di Mata Gerindra

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Suhardi, menyatakan sikap tegas partai terhadap kadernya di Parlemen, Pius Lustrilanang, yang tetap menyetujui pembangunan gedung baru DPR, untuk menunjukkan bahwa partai ini konsisten berpihak pada rakyat.

“Partai sudah dengan jelas menentang pembangunan gedung DPR,” kata Suhardi, Kamis, 31 Maret 2011. “Kami juga mengingatkan, selain itu (pembangunan) tidak sesuai dengan keinginan dan kondisi rakyat saat ini.”

Pius, seorang mantan aktivis yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR itu akan ditarik dari BURT karena dinilai tidak segaris dengan kebijakan partai yang dipimpin Prabowo Subianto. Hukuman dijatuhkan kepada Pius karena dia dinilai menyuarakan kepentingan pribadi dengan tetap mendukung pembangunan gedung baru DPR yang anggarannya mencapai Rp1,16 triliun.

Lebih jauh, Suhardi mengatakan, seharusnya Pius sebagai kader partai dan wakil rakyat memahami betul keinginan dan kondisi rakyat serta partai. Apalagi, Suhardi menandaskan, sikap Gerindra menolak pembangunan gedung baru itu sudah ditegaskan sejak awal.

Suhardi juga mengaitkan pembangunan gedung itu dengan wacana pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta. Menurutnya, kendati pemindahan Ibukota masih bersifat wacana, tetapi tetap penting untuk dipertimbangkan para pengambil kebijakan. “Kenapa tidak kita tunggu sampai di tempat baru nanti,” kata Suhardi.

Pius telah membantah penilaian bahwa dirinya memperjuangkan kepentingan pribadi di BURT. "Saya ini ditugaskan partai memimpin BURT, kemudian ada yang ditugaskan memimpin fraksi," kata Pius. "Saya menyampaikan sikap DPR."
READ MORE - Kesalahan-kesalahan Pius di Mata Gerindra

PAN Tolak Gedung Baru, Koalisi Tak Terganggu

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Radjasa mengatakan Fraksi PAN sejak awal tidak setuju dengan pembangunan gedung baru DPR. Rencana pembangunan gedung ini menuai banyak kecaman karena anggarannya yang mencapai lebih dari Rp1 triliun. 

"Ekspresi (penolakan) itu dalam bentuk: coba dikaji ulang, coba ditunda, seperti itu," kata Hatta di Kantor Presiden, Kamis, 31 Maret 2011

Hatta mengatakan, sebagai ketua umum dia memberikan keleluasaan terhadap fraksi untuk mempertimbangkan banyak opsi terkait pembangunan gedung baru. Namun Hatta tidak menjelaskan opsi apa saja yang bisa dilakukan Fraksi PAN.

Selain itu, Hatta menjamin sikap PAN yang tidak setuju dengan pembangunan tersebut tidak akan menganggu koalisi.

"No, no. Ini tidak diatur oleh koalisi," ucap Hatta yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. 

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie merasa dipojokkan dengan penolakan fraksi-fraksi terhadap pembangunan gedung baru. Politisi Partai Demokrat ini bahkan merasa ada permainan politik untuk menjatuhkan citranya, padahal pembangunan gedung baru DPR telah masuk rencana strategis DPR 2010 - 2011 dan disetujui rapat paripurna pada 29 Juli 2010.

"Jadi, dalam hal keputusan pembangunan gedung DPR, bukan keputusan Marzuki Alie, tapi keputusan rapat. Pembangunan gedung baru telah melalui proses panjang di Badan Urusan Rumah Tangga," ujar Marzuki, kemarin
READ MORE - PAN Tolak Gedung Baru, Koalisi Tak Terganggu

PAN Minta Paripurna DPR Bahas Desain Gedung

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Tjatur Sapto Edy, mengatakan fraksi yang dipimpinnya akan mengirim surat ke Badan Urusan Rumah Tangga DPR perihal pembangunan gedung baru DPR. Dalam surat itu, PAN akan mengusulkan desain gedung dibahas di Rapat Paripurna DPR.

"Kami sedang menyiapkan surat, mas Teguh Juwarno (anggota fraksi PAN) sedang kirim surat ke BURT untuk usulkan desain itu. Detailengineering design gedung baru harus dibahas di paripurna," kata Tjatur di Gedung DPR, Kamis, 31 Maret 2011.

PAN memahami, rencana pembangunan gedung baru DPR sulit untuk dibatalkan. Karena rencana ini telah masuk rencana strategis (Renstra) DPR 2010-2011, yang telah disetujui Rapat Paripurna DPR pada 29 Juli 2010 lalu. "Renstra itu tidak bisa dicabut," jelas Tjatur.

Namun, menurut Tjatur, pembahasan desain gedung baru masih bisa dilakukan. Dengan demikian, anggaran yang awalnya direncanakan sebesar lebih dari Rp1 triliun itu bisa ditekan lebih hemat.

"Persoalan gedung untuk bentuk seperti itu, standar kemewahan, standar harga, itu semua harus diputuskan di paripurna. Kami minta agendakan di Bamus (Badan Musyawarah DPR), kemudian Bamus agendakan ke paripurna," jelas Tjatur.

Sedangkan Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding mengusulkan agar pimpinan DPR menggelar rapat konsultasi ulang membahas pembangunan gedung baru DPR, yang melibatkan pimpinan DPR, pimpinan fraksi dan BURT.

Usulan ini diakui Karding sebagai langkah mundur. Tapi ini harus dilakukan sebagai bentuk respons penolakan masyarakat terhadap pembangunan gedung yang dianggap mubazir dan menghabiskan uang negara. "Ini lembaga politik, tidak perlu malu. Kan tugasnya memang merespons aspirasi masyarakat," ucap Karding di Gedung DPR, hari ini.



http://politik.vivanews.com/news/read/212353-pan-minta-desain-gedung-dibahas-paripurna
READ MORE - PAN Minta Paripurna DPR Bahas Desain Gedung

Istana: Soal RUU Intelijen, Jangan Berasumsi


Rancangan Undang-undang Intelijen dikritik sejumlah pihak memiliki kepentingan politis menjelang Pemilu 2014. Pihak Istana membantah adanya kabar tersebut.

"Saya tidak paham," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Kamis 31 Maret 2011

Julian mengatakan, untuk menyatakan sesuatu, harus ada temuan atau bukti pendukung. "Tidak bisa kita menyatakan sesuatu berdasarkan pandangan-pandangan dan asumsi," kata dia.

RUU Intelijen yang diajukan pemerintah disoroti mulai dari soal kewenangan penyadapan sampai pada penangkapan yang dimiliki lembaga intelijen. Keberadaan RUU tersebut, dikhawatirkan bisa mengancam privasi masyarakat yang berujung pada ketakutan masyarakat untuk mengekspresikan pendapatnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Pemerintah ingin lembaga intelijen memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan. "Sekarang ini kami sangat kesulitan sekali misalkan terjadi sesuatu. Bom meledak misalnya, itu kita tidak bisa menangkap sebelum terjadi, karena tidak ada aturan," kata Purnomo Yusgiantoro.

Selama ini, menurut Purnomo, penangkapan terhadap pelaku baru bisa dilakukan ketika peristiwa sudah terjadi. Ini merupakan latar belakang yang menjadi alasan masuknya poin kewenangan penangkapan dalam RUU Intelijen. 

READ MORE - Istana: Soal RUU Intelijen, Jangan Berasumsi

Hari Ini, Menpora Jenguk Kantor PSSI


Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dijadwalkan akan menjenguk kantor PSSI yang berada di Pintu X-XI Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Kamis 31 Maret 2011. Menpora akan ditemani Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo dan mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar.

Tidak dijelaskan apa agenda Menpora di kantor PSSI. Namun, ini bakal jadi kunjungannya yang pertama sejak menyerukan adanya reformasi di tubuh wadah organisasi sepakbola di Indonesia itu.
Menpora sendiri baru pulang dari kunjungan ke Jombang, Jawa Timur. Sebelumnya, pada 28 Maret lalu, Menpora menegaskan kalau Nurdin Halid dan Nugraha Besoes dianggap tidak lagi kompeten sebagai Ketua Umum dan Sekjen PSSI. Maka itu semua fasilitas yang disediakan oleh negara akan dicabut.

Bahkan kantor PSSI yang berada di Senayan, untuk sementara sudah dihentikan kegiatannya. Hal ini berdasarkan surat yang diantar Direktur Pengelola dan Pengembangan Gelora Bung Karno (GBK), Mahfudin Nigara, Rabu sore, 30 Maret 2011 bernomor B104/PPKOBK/Dirut/03/2011.

Selain itu, beberapa karyawan PSSI juga sudah mengemasi barang-barang. Sempat tersiar kabar kalau untuk sementara mereka akan pindah ke kantor PT Liga Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta. Namun hal ini dibantah Direktur Bidang Hukum PSSI, Max Boboy.

"Tidak, kita masih tetap di sini. Tidak ada yang pindah ke kantor BLI (PT Liga Indonesia)," pungkasnya.

Keputusan mencabut fasilitas dan wewenang ini dianggap Menpora sebagai jalan tengah atas kisruh yang melanda PSSI. Di mana puncaknya terjadi saat pecah kericuhan di Kongres Pemilihan anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding di Pekanbaru, Riau, 26 Maret lalu.


READ MORE - Hari Ini, Menpora Jenguk Kantor PSSI

Persipura Kehilangan Banyak Pemain Pilar

Duel Persipura Jayapura versus Persija Jakarta, sore ini, 31 Maret 2011, akan menjadi laga perebutan jalur juara ISL musim 2010-11. Karena itu bila Persipura sukses mengalahkan tuan rumah Persija di Senayan Jakarta, maka kans juara semakin terbuka lebar.

"Kami tidak ingin terlalu percaya diri, tapi laga versus Persija sangat krusial, apalagi tim asal ibukota itu juga sangat berpeluang juara," kata Jacksen F Tiago kepada VIVAnews.com, Kamis 31 Maret.

Saat ini Persipura unggul 8 poin dari Persija, jika menang, maka akan menjadi 11 poin. "Kalau kami kalah, kans Macan Kemayoran untuk mengejar kian terbuka, apalagi mereka akan melakoni laga kandang sebanyak 6 kali lagi, sementara kami hanya 3 kali," ujarnya.

Jacksen mengakui, tidak mudah mengulang sukses seperti dua laga sebelumnya, apalagi, Persija akan tampil komplit dan bagus di semua lini, serta memiliki striker yang sangat agresif.

Sedangkan Persipura akan kehilangan pilar di lini pertahanan yakni Viktor Igbonefo terkena akumulasi kartu dan Hamka Hamzah mengalami cedera.
"Bio Paulin, Ian Kabes serta Titus Bonay ternyata juga mengeluh kaki mereka sakit saat berhadapan dengan Persib. Jadi kemungkinan kami akan kehilangan banyak pemain pilar," tuturnya.

Kata pria asal Brasil itu, dirinya benar-benar memutar otak untuk menerapkan strategi, jika sejumlah pemain pilarnya tidak bisa dimainkan. Namun, diharapkan pemain lain seperti, Gerald Pangkali dan Imanuel Wanggai bisa meningkatkan kepercayaan diri dan menutupi kelemahan yang ada di beberapa lini.

"Macan Kemayoran merupakan rival yang paling dekat bisa menyalip, sudah pasti mereka mempersiapkan diri dan bertekad memperdekat jarak, apalagi bila melihat kondisi pemain Persipura yang banyak mengalami cedera," kata Jacksen.

http://bola.vivanews.com/news/read/212280-persipura-kehilangan-banyak-pemain-pilar
READ MORE - Persipura Kehilangan Banyak Pemain Pilar

Menikah, Tony Sucipto Absen Lawan Persipura


 Pemain Persija Jakarta, Tony Sucipto di pastikan akan absen dalam laga melawan Persipura Jayapura, sore ini, Kamis 31 Maret 2011, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Gelandang 'Macan Kemayoran' ini absen lantaran akan mengakhiri masa lajangnya di Tanah Palembang, Jumat, 1 April esok, di kediaman calon istrinya. "Sulit sebenarnya meninggalkan laga besar ini, tapi saya sudah izin ke pelatih untuk merencanakan pernikahan yang sudah kami rencanakan lama," jelas Tony

Pemain kelahiran Surabaya ini, akan mempersunting gadis asli Palembang Lidya Saputra setelah lima tahun berpacaran.  Sebelum di Persija, Tony pernah memperkuat Sriwijaya FC pada 2004, dan pada musim 2011 ini hijrah ke Macan Kemayoran.

Pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan memahami kondisi anak asuhnya. Sebagai pemain inti, Persija tentu akan ganjil tanpa diperkuat Tony. Tapi tim sudah mempesiapkan pengganti.

"Tony adalalah pemain inti di Persija dan dia tidak bisa bermain sore ini melawan Persipura karena dia juga punya kepentingan untuk masa depan keluarganya. Saya berikan izin hingga Selasa. Karena Rabu kami sudah harus bermain away ke Persiwa," jelas Rahmad Darmawan.

READ MORE - Menikah, Tony Sucipto Absen Lawan Persipura

 
Follow Twitter
Facebook